Senin, 18 Mei 2015

DIKDASMEN


Pendahuluan
Salah satu organisasi terbesar yang ada di Indonesia ini adalah Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan pada tanggal 8 dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 november 1912 M. Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat islam yangsebenar-benarnya.

Sebelum Muhammadiyah resmi didirikan, Ahmad Dahlan telah merintis pendidikan yang memadukan antara pendidikan barat dengan pendidikan Islam. Pembaharuan yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan ini di dalamnya telah mencakup pembaharuan dalam bidang pendidikan. Ahmad Dahlan melihat adanya keterbelakangan pendidikan yang dialami oleh masyarakat pribumi pada masa itu, sehingga hal itulah yang menginspirasi Ahmad Dahlan untuk melakukan pembaharuan di bidang pendidikan.
Pendidikan telah menjadi semacam teknologi yang memproduksi manusia masa depan paling efektif. Dari fenomena perkembangan yang terakhir, memberikan petunjuk bahwa pendidikan bukan saja menjadi alat suatu lembaga atau suatu masa dalam berbagai proyeksi berbagai macam tujuan mereka, pendidikan bahkan telah menjadi kebutuhan manusia sendiri secara masal, karenanya pendidikan yang diterima oleh manusia hendaknya pendidikan yang seimbang antara pendidikan lahir dan batin, antara pendidikan jasamani dan rohani, sehingga manusia dalam memperoleh pendidikan tersebut memiliki keseimbangan dalam mengelola kehidupannya untuk dapat mencapai tujuan yang ideal. Tujuan ideal inilah yang digagas oleh Ahmad Dahlan dalam perjuangan di bidang pendidikan.
Gagasan pembaharuan yang dilakukan Ahmad Dahlan di bidang pendidikan dengan menggabungkan pendidikan sekuler dan pendidikan agama ini justru menjadi trobosan yang sangat besar, karena Ahmad Dahlan menginginkan manusia mendapatkan pengetahuan yang utuh dan seimbang antara kehidupan sosial dan spiritual.
Dari keterangan di atas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana sejaran Dikdasmen Muhammadiyah:
2.      Apakah visi dan misi Dikdasmen Muhammadiyah?
3.      Bagaimana sistem pendidikan di Muhammadiyah?

Pembahasan
A.    Sejarah Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah
Dalam konteks amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, sebenarnya sudah dimulai dirintis sebelum terbentuknya organisasi Islam ini pada 18 Desember 1912. Sebab satu tahun sebelumnya, tepatnya 1 Desember 1911, Ahmad Dahlan mendirikan lembaga pendidikan yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah dengan sepuluh orang murid. Ilmu umum diajarkan oleh seorang guru pemerintah yang bersedia membantu sedangkan ilmu agama diajarkan sendiri oleh beliau. Setahun kemudian, Muhammadiyah berdiri untuk memberikan kontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian pada tahun 1915 didirikan Sekolah Dasar pertama di lingkungan Keraton Yogyakarta dan pada tahun 1918 didirikan sekolah baru bernama “Al-Qismul Arqa”. [1]
Hal tersebutlah yang menjadi sebab kenapa didirikan Dikdasmen oleh Muhammadiyan, yang mana didalamnya mengandung pendidikan yang berbasis agama dan umum agar dapat memberi keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu juga Muhammadiyah butuh lembaga yang mengayomi semua urusan yang berkaitan dengan pendidikan yang ada di sekolah-sekolah Muhammadiyah pada tingkat dasar dan menengah.



B.     Visi Misi Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah
1.      Visi
Menyelenggarakan Pendidikan Muhammadiyah yang berbasis persyarikatan, berkemajuan, berkahlak mulia dan unggul dalam IPTEKS untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
2.      Misi
a.       Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan untuk pembinaan kepribadian muslim dan kader Muhammadiyah,
b.      Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan Islam,
c.       Menciptakan dan mengembangkan lingkungan pendidikan yang Islami, edukatif, harmonis, bersih, aman, tertib, inovatif dan kompetitif.[2]
C.    Sistem Pendidikan Muhammadiyah
Sejak setelah muktamar di Banda Aceh majlis dikdasmen memiliki program pendataan secara nasional oleh masing-masing majlis dikdasmen dari tiap-tiap wilayahnya, dan hal itu dilaksanakan secara berkesinambungan hingga sekarang, dikarenakan data tersebut akan berubah setiap waktunya.[3]
Setelah melakukan pendataan terhadap lembaga pendidikan yang ada di masing-masing wilayah maka majlis dikdasmen bisa memberi gambaran umum tentang pendidikan dasar danmenengan yang dimiliki oleh Muhammadiya.
Sistem pendidikan yang ada di Muhammadiyah adalah menggunakan sistem desentralisasi yang mana pendidikan di suatu daerah di pusatkan pada majlis dikdasmen yang ada di daerah dan wilayah masing-masing. Sehinnga adapun kurikulum dan yang lain sebagainya menjadi tanggung jawab daerah masing-masing termasuk pendanaanya.
Sistem pendidikan yang dilakukan oleh Muhammadiyah adalah dengan menggabungkan materi pendidikan sekuler yang sekarang dengan materi umum dengan pendidikan agama yang dahulu hanya diajarkan di pondok pesantren saja, sehingga Muhammadiyah bisa mewujudkan pendidikan yang seutuhnya yaitu seimbang antara kecerdasan intelektual dan sepiritual.
Dalam menjalankan sistem pendidikannya muhammadiyah di bawahi oleh majlis dikdasmen, yang mana majlis inilah yang mengurusi segala keperluan yang diperlukan oleh sekolah dasar dan menengah, segalanya dibawah wewenang majlis dikdasmen.
Sekolah hanya menjalankan wewenang yang diberikan oleh majlis dikdasmen dari wilayah masing-masing termasuk dalam hal kurikulum dan waktu pembelajaran formalnya. Hanya saja metode yang digunakan yang tidak dicover oleh majlis dikdasmen karena hal tersebut menjadi keahlian masing-masing sekolah.


Kesimpulan
Dari pembahasan singkat di atas dapat penulis simpulkan sebagai berikut:
1.                  Sejarah pendidikan Muhammadiyah adalah dikarenakan Ahmad Dahlan melihat adanya tolak belakang antara pendidikan sekuler yang diajarkan khusus di skolah-skolah umum dengan pendidikan agama yang juga diajarkan khusus di pesantren-pesantren.
2.                  Menyelenggarakan Pendidikan Muhammadiyah yang berbasis persyarikatan, berkemajuan, berkahlak mulia dan unggul dalam IPTEKS untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
3.                  Sistem pendidikan yang ada di Muhammadiyah adalah pendidikan yang berbasis al Islam tetapi tidan mengenyampingkan pendidikan umum.





Daftar Pustaka

Edy Suandi Habid dkk, Rekontruksi Gerakan Muhammadiyah, (Yogyakarta,UII Press, 2000)



[3] Edy Suandi Habid dkk, Rekontruksi Gerakan Muhammadiyah, (Yogyakarta,UII Press, 2000), hlm,202.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar