Secara bahasa ( تَعْلِيْمًا = يُعَلِّمُ – عَلَّمَ ) berarti
pengajaran,
sedangkan menurut istilah adalah pengajaran yang bersifat pemberian atau
penyampaian pengertian, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan menurut abdul
fattah ta’lim merupakan proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian,
tanggung jawab, sehingga diri manusia akan menjadi suci atau bersih dari segala
kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang
bermanfaat bagi dirinya.
Dari
pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa ta’liim adalah usaha untuk
memberikan atau menyampaikan pengetahuan atau ilmu kepada orang lain dari yang
sebelumnya tidak mengetahui sesuatu hal menjadi tahu.
Kata
ta’liim memiliki cakupan yang sangat luas, di dalam dunia pendidikan ta’liim
merupakan upaya seorang guru untuk memberikan pengajaran kepada para siswanya
baik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum
ataupun yang tidak sesuai dengan kurikulum, karena pada hakikatnya pengajaran
yang dimaksut adalah pengajaran yang sifatnya sangat luas yang di dalamnya
membahas juga tentang pelajaran-pelajaran atau ilmu-ilmu tentang kehidupan
manusia, tidak hanya fokus pada satu titik saja
Beberapa
implikasi dari definisi itu diantaranya meliputi :
1. Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pemberian pengetahuan dari
segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan yang dijalaninya baik itu yang
berkaitan dengan social maupun pendidikan.
2. Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pemahaman terhadap sesuatu
hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi sehinga dapat mencari
solusinya termasuk juga permasalahan dalam pendidikannya.
3. Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pengertian dan tanggun jawab
sehingga seseorang akan mengerti apa yang harus dia lakukan ataupun yang tidak
seharusnya dilakukan, dan dengan segala perbuatan bisa mempertanggung jawabkan
termasuk dalam pendidikan yang dijalaninya.
Jadi
pada intinya adalah bahwa ta’liim itu memiliki cakupan yang amat sangat luas
karena menitik beratkan pengajarannya pada pelajaran hidup seperti halnya,
pengetahuan tentang segala sesuatu, tangun jawab, dan lain sebaainya, seingga
tidak ada batasan-batasan tertentu dalam pengajaran, siapapun bisa menerima dan
memberi pengajaran berupa pengetahuan yang dimilikinya tanpa batas, tidak hanya
seorang guru kepada muritnya melainkan bisa juga dari seorang murit kepada
gurunya, ataupun orang tua kepada anaknya maupun anak kepada orang tuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar