Senin, 18 Mei 2015

Ta’liim


Secara bahasa ( تَعْلِيْمًا = يُعَلِّمُ عَلَّمَ ) berarti pengajaran, sedangkan menurut istilah adalah pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan menurut abdul fattah ta’lim merupakan proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, sehingga diri manusia akan menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya.

            Dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa ta’liim adalah usaha untuk memberikan atau menyampaikan pengetahuan atau ilmu kepada orang lain dari yang sebelumnya tidak mengetahui sesuatu hal menjadi tahu.
            Kata ta’liim memiliki cakupan yang sangat luas, di dalam dunia pendidikan ta’liim merupakan upaya seorang guru untuk memberikan pengajaran kepada para siswanya baik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sesuai dengan kurikulum ataupun yang tidak sesuai dengan kurikulum, karena pada hakikatnya pengajaran yang dimaksut adalah pengajaran yang sifatnya sangat luas yang di dalamnya membahas juga tentang pelajaran-pelajaran atau ilmu-ilmu tentang kehidupan manusia, tidak hanya fokus pada satu titik saja
            Beberapa implikasi dari definisi itu diantaranya meliputi :
1.      Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pemberian pengetahuan dari segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan yang dijalaninya baik itu yang berkaitan dengan social maupun pendidikan.
2.      Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pemahaman terhadap sesuatu hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi sehinga dapat mencari solusinya termasuk juga permasalahan dalam pendidikannya.
3.      Memberikan ta’liim kepada seseorang berupa pengertian dan tanggun jawab sehingga seseorang akan mengerti apa yang harus dia lakukan ataupun yang tidak seharusnya dilakukan, dan dengan segala perbuatan bisa mempertanggung jawabkan termasuk dalam pendidikan yang dijalaninya.
            Jadi pada intinya adalah bahwa ta’liim itu memiliki cakupan yang amat sangat luas karena menitik beratkan pengajarannya pada pelajaran hidup seperti halnya, pengetahuan tentang segala sesuatu, tangun jawab, dan lain sebaainya, seingga tidak ada batasan-batasan tertentu dalam pengajaran, siapapun bisa menerima dan memberi pengajaran berupa pengetahuan yang dimilikinya tanpa batas, tidak hanya seorang guru kepada muritnya melainkan bisa juga dari seorang murit kepada gurunya, ataupun orang tua kepada anaknya maupun anak kepada orang tuanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar